Rabu, 03 September 2008

HOW TO PRESENTATIONS

1. PENAMPILAN

•Perhatikan penampilan anda seperti : Rambut, Make up, Baju, Sepatu dan Accesories lainya.

•Perhatikan alat bantu presentasi seperti: Mic, OHP, LCD.

•Perhatikan tempat anda berdiri (panggung/ mimbar).

•Perhatikan peserta/audiens, sapu dengan pandangan mata anda dan tunjukkan sikap ramah, sopan namun berwibawa.

•Jangan memainkan tangan anda; seperti meremas-remas memegang hal yang tidak penting, memainkan anggota tubuh yang lainnya.

•Jangan bermain dengan barang-barang seperti : Pena, Kunci, Jam, Cincin, Kaca mata.

•Jangan memainkan apa yang ada disekitar anda seperti: Mic, memegang kursi atau mimbar berlebihan.

•Jangan sesekali membelakangi audiens.

•Jangan sesekali menunjuk ke arah audiens.

2. PEMAHAMAN MATERI

•Presentasi berarti menyampaikan suatu pesan pokok sehingga audiens bisa memahaminya.

•Pelajari dan kuasai materi dengan benar dan cari pesan pokok dari materi yang akan Anda sampaikan.

•Pesan pokok adalah point utama dari presentasi Anda. Semua informasi yang Anda sajikan hendaknya menghasilkan satu pesan pokok sederhana.

•Jangan berpresentasi tanpa persiapan, penguasaan materi akan membantu rasa percaya diri Anda di depan umum sehingga presentasi Anda menjadi sukses.

3. RASA PERCAYA DIRI

•Ketakutan yang terbesar adalah ketakutan akan diri sendiri.

•Rasa takut akan mengacaukan semua persiapan yang telah Anda lakukan sehingga presentasi anda menjadi gagal.

•Bangkitkan rasa PERCAYA DIRI ANDA sebelum memulai presentasi. Ingat audiens percaya kepada Anda dan mereka sebenarnya mendukung Anda.

4. BUKA KESEMPATAN BERDIALOG

•Jangan melakukan presentasi secara satu arah, buat presentasi menjadi hidup dengan melakukan dialog.

•Buat pertanyaan-pertanyaan kepada Audiens; tapi ingat usahakan lebih banyak jawaban daripada pertanyaan.

•Pada saat Anda berdialog maupun sesi Tanya Jawab, Ingat Anda yang harus memegang kendali, karena tidak semua penanya bermaksud baik.

5. ANTUSIASME YANG TINGGI

•Sajikan presentasi dengan penuh semangat disertai energi untuk menambah kekuatan presentasi Anda.

•Berbicaralah dengan energi karena energi dapat memastikan Anda dan pesan Anda akan di ingat oleh pendengar.

•Energi adalah antusiasme dan gairah untuk pesan pokok Anda. Energi hendaknya melingkupi keseluruhan pembicaraan agar pendengar lebih siap memfokuskan perhatiannya pada Anda dan pada apa yang Anda sampaikan.

6. OPTIMISME AKAN KEBERHASILAN

•Keberhasilan suatu presentasi tergantung dari rasa optimisme dan keyakinan Anda di awal presentasi.

•Optimisme yang tinggi akan keberhasilan sudah membuat Anda 50% berhasil dalam menyampaikan presentasi.

•Bangkitkan optimisme akan keberhasilan dari dalam diri Anda sebelum presentasi di mulai.

•Yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti berhasil.

7. KOMITMEN YANG KUAT

•Saya bisa………..Saya pasti bisa…………

•Saya ingin……….Saya pasti berhasil…….

•Saya mau…………………………………….

•Saya pasti berhasil………………………….

•Buat komitmen yang kuat dan teriakkan dalam hati komitmen dengan kata-kata yang membangkitkan semangat Anda sebelum memulai presentasi.

8. BERBICARA DENGAN TENANG,RAMAH DAN SOPAN

•Jangan berbicara secara cepat atau terburu-buru untuk mengakhiri presentasi.

•Buat audiens merasa nyaman dalam mendengarkan presentasi Anda.

•Hindari kata-kata yang tidak sopan dan mengandung pornografi; karena sebagian audiens tidak menyukai hal tersebut.

•Berbicara dengan tenang, ramah dan sopan akan meningkatkan empati pendengar terhadap Anda sehingga akan menaikkan kredibilitas Anda.

9. PENUTUP

•Akhiri presentasi Anda dengan menyimpulkan/meresume garis besar seluruh materi yang Anda sampaikan.

•Buat audiens merasa materi Anda berguna bagi mereka.

•Yakinkan audiens bahwa apa yang telah Anda sampaikan benar-benar dapat merubah hidup mereka untuk menjadi lebih baik.

Selasa, 02 September 2008

Kiat Jadi Pemimpin Sejati


Ada pemimpin yang dilahirkan dan ada pula yang memang terlahir jadi pemimpin. Masalahnya, menjadi pemimpin yang sejati memang tidak mudah. Banyak kriteria yang harus dimilikinya sehingga membuat bawahan merasa aman dan nyaman dalam bekerja.

Nah di bawah ini7 tanda yang memisahkan antara seorang pemimpin sejati dan seorang pemimpin yang kebetulan menjadi pemimpin.

1. Pemimpin sejati mampu memimpin dirinya sendiri.
Memberi instruksi adalah sama mudahnya seperti Anda membagikan kartu nama. Tapi seorang pemimpin sejati harus mengetahui bagaimana caranya memimpin dirinya sendiri. Tidak hanya memberikan contoh baik kepada karyawannya, tetapi ikut berperan serta, bekerja, atau terlibat dalam seluruh pekerjaan. Adalah penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan memfokuskan dan memotivasi dirinya sendiri seperti dia menganjurkan pada seluruh bawahannya untuk memiliki motivasi.

2. Jangan jadikan kerajaan.
Pemimpin yang bijaksana berarti (seakan-akan) Anda telah mempunyai bakat untuk menduduki posisi tersebut. Tapi ingat, jangan ciptakan sebuah kerajaan. Pemimpin yang secara kebetulan jadi bos, sering juga secara kebetulan membentuk suatu sistem aturan yang tidak perlu dan terlalu mengekang. Aturan bagi karyawan memang perlu, tapi tak perlu berlebihan. Buatlah yang perlu-perlu saja.
Memang penting untuk memengaruhi orang-orang dengan siapa Anda bekerja. Tapi ingat, jangan memandang kedudukan Anda sebagai suatu hierarki.

3. Selalu terbuka mencari bentuk baru.
Salah satu kunci keberhasilan dari menjalankan bisnis adalah mengulang-ulang sesuatu yang terbukti berhasil. Masalahnya, seorang pemimpin yang secara kebetulan jadi pemimpin, cenderung terus saja mengulang metode tadi dan tak berani melakukan terobosan baru. Sebaliknya, pemimpin sejati mengakui keberhasilannya tetapi juga
menyadari bahwa selalu ada jalan lain untuk membuat sesuatu lebih baik lagi.

4. Kepribadian kuat & tanggung jawab.
Memang benar Anda yang memegang kekuasaan. Tapi itu tak berarti Anda boleh melakukan apa saja tanpa memikirkan tanggung jawabnya. Jangan hanya menuntut bawahan untuk menyelesaikan tugas dengan baik, tapi Anda pun harus memberi contoh yang
baik. Jangan lupa, Anda adalah panutan mereka.

5. Menuntaskan pekerjaan.
Banyak pemimpin berkata, "permainannya" telah selesai. Padahal, seorang pemimpin sejati, tidak akan pernah merasa selesai bekerja. Tiap hari pasti ada masalah baru yang harus segera dituntaskan. Entah komplain dari klien atau bawahan yang membuat ulah. Jadi, jangan pernah bosan membuat suatu tujuan yang pragmatik dengan ukuran yang dapat dihitung kapan harus dimulai dan berakhir. Kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu merupakan tantangan.

6. Beri penghargaan selayaknya.
Pemimpin sejati harus mempunyai tangan yang kuat sepertisi Popeye setiap kali habis makan bayam. Prestasi yang baik menuntut timbal baik yang riil. Pemimpin yang mempunyai mata jauh ke depan sangat dikagumi dan dihargai, tetapi haruslah dengan sesuatu tindakan yang nyata pula, misalnya memberi promosi, bonus, dan bentuk penghargaan yang nyata atas prestasi karyawan. Hal ini akan membuat karyawan terus termotivasi bekerja dengan baik dan bersikap loyal terhadap perusahaan.

7. Tak berhenti belajar.
Jauh sebelum para eksekutif ber-pendapat bahwa keahlian memimpin berasal dari semacam anugerah yang menakjubkan, tetap saja seorang pemimpin yang dapat dipercaya juga berarti harus terus dan banyak belajar. Bacalah buku-buku mengenai menjadi pemimpin yang efektif, ikutilah seminar-seminar, dan ambil contoh-contoh dari teman-teman yang telah berhasil. Hal ini bisa merupakan suatu pelajaran yang panjang, tetapi yang didapat akan berlipat ganda, dan tidak ternilai harganya

SEPULUH HAL TERBURUK SAAT RAPAT

Siapa yang tidak kesal melihat si mulut besar atau si tukang ngeyel mengatakan sesuatu yang melenceng dari topik rapat atau melihat rekan sekerja yang lemah yang dijatuhkan di depan peserta rapat lainnya oleh si tukang gertak?
Apa pun yang ada di dalam pikiran Anda, jangan pernah berpikir bahwa rapat tidaklah penting. Kenyataannya, rapat dapat memajukan ataupun menghancurkan karier Anda. Berikut, 10 hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat menghadiri rapat.

1. Datang terlambat
Tiba di tempat rapat beberapa menit lebih awal tidak saja memperlihatkan bahwa Anda menghargai waktu rekan sekerja, tetapi Anda pun dijamin akan mendapatkan tempat duduk yang enak.

2. Tidak siap
Bila agenda rapat telah diberikan beberapa waktu sebelum hari yang ditentukan, sebaiknya baca dengan teliti isi agenda rapat. Pikirkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu diajukan atau pikirkan apa yang dapat Anda kontribusikan sesuai dengan topik rapat.

3. Memonopoli pembicaraan
Bila sedang ada diskusi, sudah menjadi etika untuk mendahulukan para senior mengemukakan pendapat mereka terlebih dahulu. Begitu mereka selesai dengan topik yang mereka sampaikan, Anda dapat menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan Tapi ingat, lakukan secara ringkas! Jangan bertele-tele atau merasa terpaksa untuk berbicara. Lebih baik dianggap bodoh daripada berbicara tetapi ragu-ragu.

4. Memberi pernyataan seperti pertanyaan
Menyampaikan pernyataan seperti pertanyaan mengundang orang lain untuk mengatakan tidak, berdebat atau mengambil keuntungan dari pernyataan Anda. Sampaikanlah dengan kalimat yang jelas.

5. Tidak dapat membaca situasi
Coba untuk mengukur kebutuhan dan situasi di dalam ruangan rapat. Dengar dan perhatikan baik-baik apa yang disampaikan oleh rekan sekerja lainnya untuk melihat seberapa reseptifnya mereka terhadap pendapat Anda. Anda harus menyampaikan pesan yang relevan.

6. Diintimidasi
Sayangnya, ada saja rekan sekerja yang memanfaatkan rapat sebagai arena perdebatan dan mereka sendiri sebagai gladiator lisan berusaha mencari muka dari atasan. Bila Anda yang menjadi korban, bela diri secara tenang atau bisa membalasnya dengan mengatakan, "Sejak kapan Anda berpikir saya tidak perduli dengan hasil penjualan perusahaan?"

7. Permen Karet
Mengunyah atau mengemut permet karet sampai mengeluarkan suara, sangat mengganggu suasana rapat, selain tidak sopan dan tidak profesional.

8. Telepon genggam on
Matikan atau kecilkan volume telepon genggam pada saat rapat. Dering telepon mengganggu pembicara rapat dan peserta rapat. Jangan pernah menelepon di tengah-tengah rapat.

9. Menyimpang dari topik
Jangan membajak agenda. Tetap pusatkan perhatian pada topik rapat. Bila harus menyimpang dari topik rapat, pastikan peserta rapat yang lain tidak keberatan. Cara terbaik untuk membahas masalah penting yang tidak berhubungan dengan topik rapat saat itu adalah dengan mencatatnya untuk dibahas pada saat yang tepat.

10. Mangkir rapat
Tentu saja ada banyak pekerjaan yang membuat Anda tidak dapat ikut rapat.
Namun bila rapat dipimpin oleh salah seorang pimpinan perusahaan, berarti Anda kehilangan kesempatan agar diri Anda dikenal. Ingat, pada akhirnya rapat bukanlah mengenai produktivitas, tetapi lebih kepada membangun gambaran positif dan membentuk hubungan yang sangat penting bagi keberhasilan Anda.

Rahasia Sukses Komunikasi & Presentasi


Anda pasti sering melihat, salah satu syarat yang dicantumkan dalam iklan lowongan kerja adalah: harus memiliki keterampilan berkomunikasi yang sangat baik. Malangnya, ketika Anda mencoba melamar, ternyata di soal keterampilan berkomunikasi itulah nilai Anda jeblok sehingga tidak diterima. Lalu apa yang harus dilakukan?
Keterampilan berkomunikasi tidak memerlukan tingkat pendidikan. Yang diperlukan adalah kepekaan, sedikit latihan, dan pemahaman yang lebih baik atas peran komunikasi yang dimainkan, dalam segala hal. Di bawah ini resep-resep yang sebaiknya Anda perhatikan dan praktekkan.

* Mendengar
Anda tidak harus mampu berpidato seperti mantan presiden Soekarno atau berorasi seperti sastrawan W.S. Rendra untuk dapat disebut sebagai komunikator yang baik. Keterampilan mendengar merupakan aspek yang paling diabaikan dari seni berkomunikasi yang baik. Kesalahpahaman yang terjadi lebih sering disebabkan oleh cara mendengar yang kurang baik, bukan karena salah penyampaian.

* Pendengar yang baik
Tahan keinginan Anda untuk berbicara pada saat lawan bicara sedang berbicara. Jangan mulai mempersiapkan kata-kata apa yang akan Anda sampaikan berikutnya. Sebaiknya, dengar secara aktif dan penuh perhatian, dengan telinga, mata, pikiran, serta tubuh. Apakah Anda mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan lawan bicara? Bila ya, beri anggukan sebagai tanda bahwa Anda setuju. Bila tidak, kerutkan kening untuk memperlihatkan bahwa Anda kurang yakin. Lawan bicara memerlukan isyarat-isyarat ini. Bila Anda sungguh-sungguh mendengar dan mengerti, ulangi dengan kata-kata dan kalimat Anda sendiri. Hal ini memperlihatkan adanya interaksi di antara kedua belah pihak.

* Kalimat pendek dan jelas
Ada orang yang membuat membahas topik sederhana secara kompleks, atau sebaliknya, topik kompleks lewat penjelasan yang sederhana. Selalulah bicara akurat, singkat, dan jelas. Percayalah, orang menghargai kalimat yang pendek, dan justru sering bingung dengan kalimat yang panjang dan kompleks. Jadi, ringkaslah kalimat Anda.

* Anda termasuk "tidak aktif"?
Seringkali kita menjadi pasif karena malu akan kemampuan bahasa asing yang pas-pasan. Atau, ada orang-orang yang merasa tidak nyaman untuk berbicara keras, sehingga akhirnya peserta rapat yang lainlah yang memonopoli rapat. Untuk mengatasinya, cobalah berlatih/mengulang persiapan segala sesuatunya untuk rapat keesokan harinya, seperti memeriksa agenda, menenangkan diri, dan melatih sekali lagi bahan yang akan disampaikan.

* Diperlukan dua pihak
Jangan pedulikan kelemahan berkomunikasi yang dimiliki orang lain, termasuk atasan. Yang terpenting, perhatikan bagaimana cara Anda menghadapi situasi-situasi yang terjadi di luar perkiraan.
Bila memiliki atasan yang selalu mendengar tetapi tidak pernah mengajukan pertanyaan, Anda dapat mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang perlu ditanyakan atau cukup dengan menyediakan jawaban yang seolah-olah ditanyakan. Sebaiknya, sebelum menghadiri suatu rapat, siapkan diri dengan daftar pertanyaan sehubungan dengan tugas Anda. Hal ini memperlihatkan pandangan dan perhatian Anda hingga ke hal-hal yang lebih rinci dan menguntungkan kedua belah pihak.

* Tulis sambutan/presentasi
Anda harus ingat, menulis merupakan bagian yang utama dari komunikasi. Biarkan e-mail, laporan mingguan, dan catatan lainnya memperkuat pikiran Anda yang jernih dan kemampuan mengungkapkan ide-ide penting. Pastikan tulisan Anda mudah dibaca. Gunakan spasi, buat urutan nomor pembicaraan yang akan Anda sampaikan agar lebih efektif. Judul, subjudul, dan daftar yang serupa untuk lebih meyakinkan. Tulis di atas secarik kertas, mudah terbaca, tinjau kembali, dan sampaikan dengan ringkas serta jelas.

* Ucapkan dengan lantang
Bila perlu, Anda dapat mengikuti kursus berpidato untuk memperbaiki keterampilan berkomunikasi lisan। Dengan keterampilan baru dan latihan-latihan, perlahan-lahan akan terbentuk rasa percaya diri sehingga Anda senantiasa berhasil di dalam rapat, saat menyampaikan laporan atau melakukan presentasi.


Kiat untuk Tidak Menunda-nunda Pekerjaan


Banyak alasan agar kita tidak menunda-nunda pekerjaan. Nah, apa kiat agar Anda tidak menunda pekerjaan?



1. Semua pekerjaan itu penting
Anggap semua pekerjaan penting. Dengan begitu, Anda akan mengerjakan semua tugas tersebut saat ini juga.

2. Kesempatan tak datang dua kali
Kesempatan baik sangat langka. Jadi, segera sambarlah. Siapa tahu, pekerjaan yang harus Anda kerjakan saat ini adalah langkah awal untuk mendapat penghargaan atau bonus dari perusahaan. Dengan pertimbangan bahwa kesempatan tidak datang dua kali, Anda akan mengerjakan tugas Anda saat ini juga.

3. Menjaga kepercayaan
Untuk membuktikan bahwa Anda sanggup menjaga kepercayaan yang diberikan rekan kerja, atasan, maupun perusahaan, salah satunya adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan!

4. Efisiensi
Semakin singkat waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, maka Anda ikut andil menciptakan efisiensi perusahaan.

5. Ritme kerja
Tidak menunda-nunda pekerjaan juga bisa memperlancar ritme kerja Anda, sehingga Anda akan lebih mampu menghasilkan kinerja yang optimal.

6. Mengurangi masalah
Mengerjakan tugas sesuai waktunya akan mengurangi masalah. Pasalnya, bisa saja terjadi, dengan menunda pekerjaan, masalah baru akan muncul.

7. Ketenangan
Tidak menunda pekerjaan akan membuat Anda tenang karena tidak lagi dibebani pekerjaan.

8. Menunjukkan kualitas diri
Kualitas Anda dapat dilihat dari cara Anda mengerjakan tugas. Jadi, tunjukkan kualitas diri Anda dengan mengerjakan tugas tepat pada waktu.

9. Menghargai deadline
Bekerja tepat waktu, berarti Anda menghargai deadline Anda maupun deadline perusahaan. Akibat yang ditimbulkan bila Anda melanggar deadline bisa bermacam-macam, dari tumpukan pekerjaan, sampai kinerja tim terganggu.

10. Prioritas Utama
Bila pekerjaan Anda termasuk yang diprioritaskan, meski sulit, tetap usahakan dikerjakan "saat ini juga".

11. Kebanggaan
Suatu kebanggaan bila Anda bisa mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Kebanggan pada diri akan membuat rasa percaya diri terjaga.

12. Persembahan
Anggaplah pekerjaan Anda sebagai suatu persembahan kepada diri sendiri, rekan kerja, dan perusahaan sehingga Anda tidak mengabaikan tugas.

13. Pelayanan Pelanggan
Ingat, pelanggan adalah raja, yang tak bakal mau bersabar menunggu Anda bekerja "berlama-lama".

14. Cermin untuk sukses
Hal terakhir yang perlu Anda ingat, apa pun yang Anda lakukan, jadikan sebagai "cemin" untuk sukses.
Dengan demikian, Anda tidak akan pernah berpikir untuk mengabaikan pekerjaan.