Selasa, 02 September 2008

Rahasia Sukses Komunikasi & Presentasi


Anda pasti sering melihat, salah satu syarat yang dicantumkan dalam iklan lowongan kerja adalah: harus memiliki keterampilan berkomunikasi yang sangat baik. Malangnya, ketika Anda mencoba melamar, ternyata di soal keterampilan berkomunikasi itulah nilai Anda jeblok sehingga tidak diterima. Lalu apa yang harus dilakukan?
Keterampilan berkomunikasi tidak memerlukan tingkat pendidikan. Yang diperlukan adalah kepekaan, sedikit latihan, dan pemahaman yang lebih baik atas peran komunikasi yang dimainkan, dalam segala hal. Di bawah ini resep-resep yang sebaiknya Anda perhatikan dan praktekkan.

* Mendengar
Anda tidak harus mampu berpidato seperti mantan presiden Soekarno atau berorasi seperti sastrawan W.S. Rendra untuk dapat disebut sebagai komunikator yang baik. Keterampilan mendengar merupakan aspek yang paling diabaikan dari seni berkomunikasi yang baik. Kesalahpahaman yang terjadi lebih sering disebabkan oleh cara mendengar yang kurang baik, bukan karena salah penyampaian.

* Pendengar yang baik
Tahan keinginan Anda untuk berbicara pada saat lawan bicara sedang berbicara. Jangan mulai mempersiapkan kata-kata apa yang akan Anda sampaikan berikutnya. Sebaiknya, dengar secara aktif dan penuh perhatian, dengan telinga, mata, pikiran, serta tubuh. Apakah Anda mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan lawan bicara? Bila ya, beri anggukan sebagai tanda bahwa Anda setuju. Bila tidak, kerutkan kening untuk memperlihatkan bahwa Anda kurang yakin. Lawan bicara memerlukan isyarat-isyarat ini. Bila Anda sungguh-sungguh mendengar dan mengerti, ulangi dengan kata-kata dan kalimat Anda sendiri. Hal ini memperlihatkan adanya interaksi di antara kedua belah pihak.

* Kalimat pendek dan jelas
Ada orang yang membuat membahas topik sederhana secara kompleks, atau sebaliknya, topik kompleks lewat penjelasan yang sederhana. Selalulah bicara akurat, singkat, dan jelas. Percayalah, orang menghargai kalimat yang pendek, dan justru sering bingung dengan kalimat yang panjang dan kompleks. Jadi, ringkaslah kalimat Anda.

* Anda termasuk "tidak aktif"?
Seringkali kita menjadi pasif karena malu akan kemampuan bahasa asing yang pas-pasan. Atau, ada orang-orang yang merasa tidak nyaman untuk berbicara keras, sehingga akhirnya peserta rapat yang lainlah yang memonopoli rapat. Untuk mengatasinya, cobalah berlatih/mengulang persiapan segala sesuatunya untuk rapat keesokan harinya, seperti memeriksa agenda, menenangkan diri, dan melatih sekali lagi bahan yang akan disampaikan.

* Diperlukan dua pihak
Jangan pedulikan kelemahan berkomunikasi yang dimiliki orang lain, termasuk atasan. Yang terpenting, perhatikan bagaimana cara Anda menghadapi situasi-situasi yang terjadi di luar perkiraan.
Bila memiliki atasan yang selalu mendengar tetapi tidak pernah mengajukan pertanyaan, Anda dapat mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang perlu ditanyakan atau cukup dengan menyediakan jawaban yang seolah-olah ditanyakan. Sebaiknya, sebelum menghadiri suatu rapat, siapkan diri dengan daftar pertanyaan sehubungan dengan tugas Anda. Hal ini memperlihatkan pandangan dan perhatian Anda hingga ke hal-hal yang lebih rinci dan menguntungkan kedua belah pihak.

* Tulis sambutan/presentasi
Anda harus ingat, menulis merupakan bagian yang utama dari komunikasi. Biarkan e-mail, laporan mingguan, dan catatan lainnya memperkuat pikiran Anda yang jernih dan kemampuan mengungkapkan ide-ide penting. Pastikan tulisan Anda mudah dibaca. Gunakan spasi, buat urutan nomor pembicaraan yang akan Anda sampaikan agar lebih efektif. Judul, subjudul, dan daftar yang serupa untuk lebih meyakinkan. Tulis di atas secarik kertas, mudah terbaca, tinjau kembali, dan sampaikan dengan ringkas serta jelas.

* Ucapkan dengan lantang
Bila perlu, Anda dapat mengikuti kursus berpidato untuk memperbaiki keterampilan berkomunikasi lisan। Dengan keterampilan baru dan latihan-latihan, perlahan-lahan akan terbentuk rasa percaya diri sehingga Anda senantiasa berhasil di dalam rapat, saat menyampaikan laporan atau melakukan presentasi.


Tidak ada komentar: