Senin, 08 September 2008

Arti Sebuah Kegagalan

Saya adalah satu dari jutaan orang yang pernah mengalami kegagalan, bahkan saat saya menulis ini, saya sedang mengalami kegagalan. Banyak orang di luar sana yang menganggap kegagalan adalah sebuah monster yang menakutkan, sehingga mereka takut jika harus menemuinya. Adapula yang menganggap kegagalan adalah sebuah aib yang memalukan, sehingga mereka mengurung diri saat kegagalan mendatanginya. Mungkin masih banyak lagi anggapan orang- orang tentang kegagalan. Tapi yang pasti 9 dari 10 anggapan orang terhadap kegagalan adalah negatif dan hanya 1 anggapan yang positif.

Jika saya membuat sebuah catatan tentang kegagalan-kegaglan yang penah saya alami, entah butuh berapa ratus lembar kertas untuk mencetaknya. Setiap satu keberhasilan yang saya dapatkan, puluhan bahkan ratusan kegagalan yang akan saya temui. Tapi saya tidak pernah bosan, saya tidak pernah menyerah dan saya tidak pernah berhenti berusaha. Setiap kegagalan yang datang kepada saya akan membuka mata saya, hati saya dan pikiran saya tentang diri saya sendiri. Kenapa saya gagal? Pasti ada yang salah, tapi apa, dimana, siapa? Setiap kali kegagalan menghampiri saya, saat itu pula dia akan memberikan kepada saya tambahan ilmu dan kekuatan untuk mengalahkan diri saya sendiri, karena bagi saya tidak ada musuh yang lebih berat, dari pada diri saya sendiri. Dan tidak ada kemenangan yang sejati selain mengalahkan diri kita sendiri.

Oleh sebab itu kegagalan mempunyai arti yang sangat dalam untuk sebuah proses mencapai keberhasilan, dan dalam setiap proses pencapaian sebuah keberhasilan saya, saya selalu men-set“SAYA TIDAK AKAN PERNAH TAKUT DENGAN KEGAGALAN, KARENA KEGAGALAN ADALAH TEMAN PALING SETIA YANG MENEMANI KITA MENUJU KESUKSESAN.” hati dan pikiran saya : Jadi arti dari sebuah kegagalan adalah

“KEGAGALAN BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA KECUALI JIKA KITA MEMUTUSKAN UNTUK MENGAKHIRI SEGALANYA SAAT KEGAGALAN ITU DATANG.” SELAMAT BERJUANG

Siap Cepat Dia Dapat

"Semakin banyak pencapaian saya, semakin banyak kesempatan yang muncul dan semakin besar pilihan yang tersedia". [Tony Christiansen – Buku Attitude Plus, 2007]

Dunia ini panggung sandiwara, demikian petikan syair lagu yang pernah dipopulerkan oleh kelompok musik God Bless. Kehidupan dan perjalanan nasib tidak bisa diprediksikan. Namun demikian, memiliki cita – cita menuju kebaikan adalah suatu keharusan. Jika pun ada yang “terlanjur” pasrah pada keadaan, setidaknya dia akan tetap menitipkan cita – citanya kepada anak – anaknya untuk dapat diwujudkan kelak. Harapan orang tua kepada anak adalah sebuah doa kekal. Dengan demikian dalam perjalanannya tidak ada seorang pun yang tidak memiliki tuntunan atau pun arahan untuk pencapaian masa depan yang baik.

Permasalahannya kemudian adalah ternyata, kehidupan ini semakin lama semakin berkembang dan kompetitif. Sehingga pemeo siapa cepat dia dapat sebagaimana slogan pesan layanan masyarakat obat anti nyamuk, begitu pas mewakili kondisi persaingan untuk meraih asa. Tak terelakkan lagi, bagi pribadi – pribadi yang “kalah cepat”, hal ini menjadi tekanan yang menyiksa bagi mereka. Mereka menjadi sedemikian takutnya menatap masa depan.

Namun bagaimana pun keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kecepatan saja. Kesiapan dan kompetensi adalah anasir penting untuk naik. Perlu diingat bahwa Tuhan telah menitipkan kompetensi kepada setiap individu yaitu talenta. Tuhan Maha Adil; ada sebagian yang telah disertakan bakat pada bidang tertentu sejak lahir, dan kepada sebagian yang lain diberikanNya kekuatan berupa hasrat dan kepandaian. Jadi kita semua yang hidup ini, memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.

Di awal telah disinggung mengenai siapa cepat dia dapat. Bila ungkapan ini dikunyah mentah tanpa dikupas, tidak dipungkiri akan menjadi mimpi buruk bagi banyak pribadi; terlambat berarti selesai – TAMAT. Cepat di sini lebih dimaksudkan kepada kecepatan mengenali bidang minat dan kemampuan kita, dan cepat untuk membakar hasrat secara terus – menerus dan taktis untuk membina kompetensi diri. Sehingga ungkapan di atas menjadi lebih pas bila “SIAP LEBIH CEPAT, DIA DAPAT” – Dan ini berlaku untuk semua orang. Siapa yang siap terlebih dulu mengenali potensi dan kompetensinya, dialah yang akan lebih dulu mendapatkan tiket masa depan.

Apakah itu berarti sudah selesai ? Belum ! Dengan memilki tiket masa depan bukan berarti kita telah memenangkan masa depan. Mendapatkan tiket berarti kita baru memulai dan harus menyelesaikan movie of life kita masing – masing. Dan dalam batas ini pun kita masih tidak bisa menduga kelokan skenario hidup oleh Sang Sutradara Semesta. Kita akan diperhadapkan pada banyaknya scene dan epiosode – episode yang tidak kita duga sebelumnya.

Jadi jika kecemerlangan masa depan adalah tujuan Anda, maka rumusnya adalah jangan takut. Bila Anda belum berhasil di satu bidang, anggaplah itu sebagai pencapaian Anda. Dan mulailah pencapaian Anda di bidang lain, hingga Anda akan menyadari begitu banyaknya kesempatan dan pilihan keberhasilan bagi Anda.

Setelah itu, FOCUS pada JIMAT (SiJI Ning MATon) !

Salam gemilang,

Benedict Agung Widyatmoko

Buanglah Penghalang Sukses Anda

Pernahkah anda ditawari sesuatu? entah itu satu pekerjaan baru, bisnis baru, kegiatan atau sebuah kesempatan yang bagus dan dapat mengubah masa depan bahkan income anda? Tapi setelah anda pikir-pikir lalu anda menolaknya. Anda menolak karena anda berpikir anda tidak akan sanggup melakukannya dan anda memiliki sejumlah alasan untuk itu.

Tapi tahukah anda? apapun yang anda pikir, walau itu hanya ada dalam pemikiran. Namun efeknya cukup dahsyat. Hanya anda pikirkan saja itu sudah cukup membuat anda mundur. Sekali lagi, kesulitan hanya adalah sebuah pikiran saja, sampai kesulitan itu benar-benar menjadi kesulitan bagi anda.

Lihatlah banyak sekali orang tidak pernah menang melawan kesulitan yang timbul dari pikirannya. Satu contoh : Mungkin anda pernah ditawari sebuah pekerjaan sales. Anda berpikir anda tidak sanggup karena anda ‘tidak pandai bicara’. Lalu anda menolak kerjaan tersebut. Anda menolak hanya karena kesulitan yang anda pikirkan saja. Anda belum benar-benar mengalami kegagalan menjadi sales oleh karena kesulitan-kesulitan tersebut secara nyata bukan? Apa anda telah menjual ke-seratus orang dan gagal. Lalu anda bertanya kepada semua orang tersebut dan mereka berkata tidak membeli karena cara berbicara anda. Bila memang demikian, benarlah kesulitan itu menjadi nyata. Dan itupun anda harus ingat, bahwa setiap masalah dan kesulitan ada solusinya.

Jadi bila memang demikian tidak ada alasan anda untuk mundur dari apapun hanya karena sebuah kesulitan oleh karena keterbatasan anda. Apalagi hanya ada dalam pikiran saja.

Mungkin anda baru sadar. Bahwa selama ini kesulitan-kesulitan anda memang hanya ada dalam pikiran anda saja. Dan itulah yang menyebabkan anda tidak banyak berhasil, tidak banyak berkembang dalam hal apapun. Dan jauh dari kesuksesan.

Mulai hari ini buanglah penghalang sukses anda : Singkirkan pemikiran-pemikiran negatif yang menghambat. Bila itu muncul, ubahlah sebaliknya negatif ke positif. Bila anda pikir tidak bisa, mulai sekarang pikirkan anda bisa. Daripada mencari seribu alasan mengapa anda tidak sanggup, lebih baik temukan satu alasan mengapa anda sanggup.

“jadi sekarang apapun yang baik, yang benar, yang indah. Pikirkanlah itu senantiasa”

Salam sukses, Luar biasa!

Christian Hariwinata